Nurholis, S.Pd.I. Anggota DPRD Komisi IV Kecewa, Revitalisasi TK Pertiwi Diduga Merusak Bangunan Bersejarah Eks Rumah Dinas Camat Losari.

Terkini 18 Aug 2026 12:21 2 min read 67 views By Redaksi

Share berita ini

Nurholis, S.Pd.I. Anggota DPRD Komisi IV Kecewa, Revitalisasi TK Pertiwi Diduga Merusak Bangunan Bersejarah Eks Rumah Dinas Camat Losari.
Nurholis, S.Pd.I. Anggota DPRD Komisi IV Kecewa, Revitalisasi TK Pertiwi Diduga Merusak Bangunan Bersejarah Eks Rumah Dinas Camat Losari.

Cirebon || fokusindonesianews.my.id.— Revitalisasi bangunan TK Pertiwi di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, yang merusak bangunan sejarah Eks Rumah Dinas Camat di Losari menuai sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Komisi IV, Nurholis, S.Pd.I., menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan revitalisasi yang dinilai tidak memperhatikan nilai sejarah bangunan tersebut.


Nurholis menilai, bangunan Eks Rumah Dinas Camat bukan sekadar fasilitas yang menjadi kebanggaan kita bersama, tetapi memiliki nilai sejarah yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. Karena itu, proses revitalisasi semestinya dilakukan dengan tetap mempertimbangkan karakter dan keaslian bangunan.


“Saya sangat kecewa apabila revitalisasi justru menghilangkan atau merusak nilai sejarah bangunan. Pemerintah daerah harus memiliki kepedulian terhadap bangunan yang mempunyai nilai sejarah,” ujar Nurholis. Selasa (18/08/2026)


Menurutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon sebagai pihak yang berkaitan dengan pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan harus bertanggungjawab dan bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai perencanaan, kajian teknis, serta dasar pelaksanaan revitalisasi tersebut.


Nurholis juga meminta agar pelaksanaan revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sejarah dan budaya. Apabila bangunan tersebut memang memiliki nilai sejarah, perlu dilakukan kajian terlebih dahulu sebelum perubahan atau pembongkaran dilakukan.


“Jangan sampai atas nama revitalisasi, bangunan yang memiliki nilai sejarah justru kehilangan bentuk dan identitas aslinya. Kalau memang ada nilai sejarah, harus dilindungi,” tegasnya.


Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk melibatkan pihak terkait, termasuk pemerhati sejarah dan masyarakat setempat, guna memastikan langkah yang diambil tidak menimbulkan kerugian terhadap warisan sejarah daerah.


Masyarakat Losari berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Revitalisasi fasilitas pendidikan tetap diperlukan, namun pembangunan diharapkan berjalan seimbang dengan upaya menjaga jejak sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Dinas Pendidikan diharapkan memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai status bangunan TK Pertiwi, kajian sebelum revitalisasi, serta langkah yang akan dilakukan untuk memastikan nilai sejarah bangunan tetap terlindungi, pungkas Nurholis. (Redaksi)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Fokus Indonesia News

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp